Lebih dari 5.000 Distributor Tianshi Group akan berkumpul di Jakarta
”Presiden Megawati Soekarnoputri saat ke Cina Maret lalu, sempat bertemu dengan eksekutif kami. Saat itu kami mengundang Ibu Presiden untuk hadir pada seminar international di Jakarta. Dan beliau menyatakan akan hadir dan mendukung acara itu, “ ujar Wakil Direktur Pemasaran Tianshi Group Mr. Li Lin yang mewakili Presdirnya Mr. Li Jinyuan di Jakarta, kemarin.
Menurutnya sejauh ini distributor perusahaan makanan kesehatan tersebut sudah mempunyai distributor di 96 negara termasuk Indonesia. Dan seiring dengan konferensi besar di Jakarta tahun 2006 ini akan dicanangkan keberadaan Tianshi di lebih dari 100 negara. Hingga saat ini, perusahaan itu mempunyai aset sebesar 150 juta dolar AS.
Ditanya tentang minatnya untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia, Lin mengatakan bahwa meski baru tahun lalu masuk ke Indonesia namun Indonesia dinilai sebagai pasar yang prospektif. Terbukti dengan sambutan terhadap produk yang sudah dipasarkan.
Mengenai produk kesehatan yang dipasarkan secara penjualan langsung (multi level marketing, MLM), dimaksudkan untuk lebih menyerap konsumen lebih banyak hasil kemajuan bioteknologi makanan kesehatan Cina yang berumur 5000 tahun.
Siap Bersaing
Sementara itu, General Manager Tianshi Indonesia, Chen mengatakan, dengan adanya pabrik di Indonesia maka hal ini setidaknya akan memberikan ketenangan bagi para distributor menyangkut pengadaan produknya yang saat ini masih harus diimpor.
Di tempat terpisah. Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Sampurno mengungkapkan, dalam waktu dekat sebuah perusahaan obat tradisional Cina akan membangun pabrik di Indonesia dengan nilai investasi sebesar 6 juta dolar.
Hal itu terungkap ketika Sampurno melakukan kunjungan kerja ke Traditional China Medicine (TCM), dan Kamar Dagang Cina di bidang obat-obatan tradisional, pekan lalu.
Untuk jangka pendek, hasil kunjungan itu adalah akan dibangunnya satu perusahaan obat-obatan tradisional Cina di sini,” ujarnya. Diketahui, Cina setiap tahun memproduksi obat-obatan tradisional senilai 6 miliar dolar, yang 1 miliar diantaranya diekspor. Sedangkan Indonesia. sendiri, nilai penjualan obat-oabatan tradisionalnya mencapai sekitar Rp1 triliun dari total nilai penjualan obat-obatannya mencapai Rp 14 triliun pada tahun yang lalu. (A-78) ***
Kiriman berita dari:
Nani J ID Tiens No:910.87886























Recent Comments